Selasa, 26 April 2016

Cerita Pendek (Cerpen)

Sepenggal Cerita


    “Kring – kring” , tiba-tiba suara handphoneku berbunyi saat itu tak ada identitas di kontak handphoneku, lalu aku jawab panggilan tersebut dengan “Hallo Assalamualaikum”, “Betul dengan saudara Anisa Rahma?”, ujar penelpon. “Ya dengan saya sendiri, ini dengan siapa?”, jawabku. “Saya dari Perusahaan Maju Jaya, apakah bisa menghadiri interview pada hari senin, pukul 08.00?” ujar penelpon. “Dengan senang hati pak saya akan mengadiri interview”, jawabku. Pada saat itu setelah aku tutup telpon darinya hatiku sangat senang ya akhirnya selama aku menunggu lama lamaran kerja yang entah sudah berapa aku datangi perusahaan tetapi tak kujung ada panggilan. Pada hari itu akhirnya salah satu dari perusahaan yang aku datangi ada panggilan. Namun sehari sebelum interview ada SMS dari suatu Universitas untuk hadir sebagai salah satu calon mahasiswa beasiswa. Seketika saat itu aku dilanda galau karena mana yang harus aku pilih, di sisi lain cita-citaku ingin kuliah tanpa membebankan orang tuaku tapi aku sadar harus membantu kedua orang tau. Saat itu aku mempunyai 2 orang adik masih sekolah yang sangat membutuhkan tambahan biaya. “kamu kenapa nak? Merenung begitu ? kamu ada masalah?”, Sapa ayahku. “aku bingung ayah mana yang harus ku pilih” jawabku. “coba sini cerita dengan ayah jangan kamu sebunyikan” jawab ayahku. “aku ingin kuliah tapi aku ingin membantu ayah, kamarin aku dapat panggilan kerja dan aku juga mendapat SMS dari suatu Universitas terpilih sebagai calon mahasiwa beasiswa. Aku bingung ayah apa yang harus pilih?”, tuturku. “Nak tak usah pikirkan ayah, ayah masih sehat untuk berkerja masa depanmu lebih penting jika ada kesempatan untuk kuliah maka ambilah kesemptan itu karena kesempatan takkan datang 2 kali nak.” Jawab ayahku. “tapi yah?” jawabku pada saat itu aku tak mampu menahan air mata aku menangis dihadapan ayahku. “kamu tak usah pikirkan ayah, kamu harus bisa buktikan ke ayah cita-citamu tercapai”, jawab ayahku. “aku janji ayah tak akan mengecewakanmu dan aku akan berusaha semaksimal mungkin”, jawabku. Pada saat aku memilih untuk mengambil studiku, akhirnya aku lulus dalam seleksi dan aku pun kuliah di Universitas yang aku dambakan. 
      (3 tahun kemudian) kini aku berada di Universitas yang aku inginkan tapi kehidupan kuliah tak semudah yang aku pikirkan. “Nis, kamu mau ga antar aku ke mall untuk membeli sepatu?”, tanya temanku (Mona adalah salah satu temanku dia tergolong kalangan atas dikelasku).” Setibanya di mall, Ibuku menelpon, “Nis kamu dimana? Ayah kamu masuk ke rumah sakit” ujar Ibuku. “Ya allah ayah kenapa bu?” jawabku. “Ayah mengalami kecelakaan kerja, kamu segera pulang nak, ayah tak ada yang menemani di Rumah Sakit”. Ujar ibuku. “baik bu saya akan segera pulang” jawabku. “Nis kamu kenapa mukamu ko seperti mau menangis?”, ujar Mona. “Ayahku kecelakaan aku harus pulang Mon tapi aku tak punya uang untuk pulang kampung, aku bingung harus minta tolong kemana mon”, jawabku dengan tersedu-sedu. “Nis kan ada aku, kamu boleh pake uangku dulu yang penting kamu sekarang pulang temui ayahmu segera”. Jawab Mona. “Mon kamu baik sekali maaf aku selalu merepotkanmu aku janji aku akan menggantinya nanti”. Jawabku. Mona adalah teman yang selalu peduli terhadap sesama dan teman baikku diantara teman-temanku yang lain. Bersambung ...

Kamis, 24 Maret 2016

Aspek Penalaran Dalam Karangan

A. Arti Penalaran
     Menurut Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi”. Dalam sumber yang sama, Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah proses berpikir yang logis dengan berusaha menhubung-hubungkan fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan. Suatu karangan sesederhana apapun akan mencerminkan kualitas penalaran seseorang. Penalaran akan terlihat dalam pola pikir penyusun karangan itu sendiri. Fakta adalah kenyataan yang dapat diukur dan dikenali. Untuk dapat bernalar, kita harus mengenali fakta dengan baik dan benar. Fakta dapat dikenali melalui pengamatan, yaitu kegiatan yang menggunakan panca indera, melihat, mendengar, membaui, meraba, dan merasa. Dengan mengamati fakta, kita dapat menghitung, mengukur, menaksir, memberikan ciri-ciri, mengklasifikasikan, dan menghubung-hubungkan. Jadi, dasar berpikir adalah klasifikasi”.
    Jadi Pengertian dari penalaran adalah sebuah  proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan beberapa konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-– proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan yang bertolak belakang dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas). Proses inilah yang disebut menalar. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah.

B. Kegiatan Menulis sebagai Proses Bernalar
     Menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis mengenai suatu topik  kita harus berpikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya. Dalam bab ini akan dibahas aspek penalaran dalam karangan.

C. Hal-hal Yang Berhubungan Dengan Penalaran
     Ada 2 jenis dalam penalaran yaitu Induktif dan Deduktif

1. Induktif
Adalah penyusunan /penarikan kesimpulan dengan metode pemikiran yang bertolak dari kaidah (hal-hal atau peristiwa) khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yang umum.
Proses penalaran ini bergerak mulai dari penelitian dan evakuasi atas fenomena-fenomena yang ada.semua fenomena harus diteliti dan dievakuasi terlebih dahulu sebelummelangkah lebih jauh ke proses penalaran induktif
Hal-hal yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat induktif terdiri dari 3 macam,yaitu:
1. Generalisasi dan Spesifikasi
    Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagaian dari gejala serupa. Dari sejumlah fakta atau gejala khusus yang diamati ditarik kesimpulan umum tentang sebagian atau seluruh gejala yang diamati itu. Proses penarikan kesimpulan yang dilakukan dengan cara itu disebut dengan generalisasi. Jadi, generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian gejala yang diamati. Karena itu suatu generalisasi mencakup ciri-ciri esensial atau yang menonjol, bukan rincian. Di dalam pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh-contoh, data statistik, dan sebagainya yang merupakan spesifikasi atau ciri khusus sebagai penjelasan lebih lanjut.
Contoh :
Murid laki-laki itu pergi ke sekolah, dia memakai seragam sekolah.
Murid perempuan itu pergi ke sekolah, dia memakai seragam sekolah.
Generalisasi : Semua murid yang pergi ke sekolah memakai seragam sekolah.
Generalisasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
1. Generalisasi dengan loncatan induktif.
    Generalisasi dengan loncatan Induktif adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Contoh : Hampir seluruh remaja di Indonesia sudah menggunakan handphone Blackberry.
2. Generalisasi tanpa loncatan induktif.
    Generalisasi tanpa loncatan induktif adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki. Contoh : sensus penduduk.

2. Analogi
    Analogi adalah suatu perbandingan yang mencoba membuat suatu gagasan terlihat benar dengan cara membandingkannya dengan gagasan lain yang mempunyai hubungan dengan gagasan yang pertama.
Jenis-jenis analogi :
a. Analogi induktif.
   Analogi induktif, yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena, kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjadi juga pada fenomena kedua. Analogi induktif merupakan suatu metode yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua barang khusus yang diperbandingkan.
Contoh : Nindy terpaksa di cutikan dari Universitas Gunadarma karena terlambat mengisi KRS. Tria juga akan di cutikan dari Universitas Gunadarma jika dia terlambat mengisi KRS.
b. Analogi deklaratif.
    Analogi deklaratif merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai. Contoh : metode pengajaran yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya haruslah memiliki waktu yang efektif. Pemberian materi kepada mahasiswa sebaiknya sesuai dengan kapasitas mahasiswa sejauh mana mahasiswa dapat menampung materi yang diberikan. Sama halnya dengan ember yang terus menerus diisi air, pada akhirnya akan tumpah juga jika terus menerus diisi dengan air.

3. Hubungan Kausal (sebab-akibat)
    Hubungan sebab dan akibat adalah sebuah bentuk fenomenal yang menghasilkan sesuatu dari dampak yang diakibatkan dari suatu makna kalimat kemudian digabungkan didalam satu kalimat.
Menurut hukum kausalitas semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjalin dalam rangkaian sebab akibat. Tidak ada satu gejala atau kejadian yang muncul tanpa penyebab. Pertama, satu atau beberapa gejala yang timbul dapat berperan sebagai sebab akibat, atau sekaligus sebagai akibat didasari gejala sebelumnya dan sebab gejala sesudahnya. Kedua, gejala atau peristiwa yang terjadi dapat ditimbulkan oleh satu sebab atau lebih, dan menghasilkan satu akibat atau lebih. Ketiga, hubungan sebab dan akibat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika seorang ibu melihat awan menggantung, ia segera memunguti pakaian yang sedang dijemurnya. Tindakan itu terdorong oleh pengalamannya bahwa mendung tebal (sebab) pertanda akan turun hujan (akibat). Hujan (sebab) akan menjadikan yang dijemurnya basah (akibat).
Contoh :
Masalah pengangguran merupakan masalah serius yang harus diselesaikan pemerintah, seperti beberapa waktu lalu diberitakan dimedia cetak dan ibu kota, bagaimana ribuan pencari kerja hars berdesakan bahkankan pingsan untuk mendapatkan pekerjaan. Menurut laporan media cetak hal ini terjadi karena dalam waktu dekat ini banyak perusahaan menufaktor yang akan tutup. Sehingga harus melakukan PHK. Selain itu minimnya kahlian atau rendahnya kualitas SDM menjadi faktor penyebab banyaknya pengangguran di ibukota.
Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin.)
Bola biliar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak.)
      Agaknya sejarah timbulnya hubungan antara sebab dan akibat (hubungan kasual) dapat ditelusuri kembali sampai pada saat mula timbulnya inteligensia manusia. Secara historis bukti-bukti itu dapat dicatat kembali sejak abad kelima sebelum masehi, dari seorang filusuf Yunani yang bernama Leucippus, yang mengatakan bahwa Tidak ada sesuatu pun terjadi tanpa sebab, tiap hal mempunyai sebab…. (nihil fit sine causa). Dengan mengutip pendapat filsuf ini, tidak berarti bahwa jauh sebelumnya belum ada pengetahuan tentang sebab akibat itu.
      Untuk tujuan praktis dapat diterima sebagai dasar bahwa semua peristiwa mempunyai sebab yang mungkin dapat diketahui, bila manusia berusaha menyelidikinya dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan penyelidikan itu. Dalam dunia modern ini, kadang-kadang hubungan antara sebab dan akibat tertentu tidak mudah diketahui. Tetapi itu tidak berarti bahwa apa yang di catat sebagai suatu akibat tidak mempunyai sebab sama sekali.
Pada umumnya hubungan kausal dapat berlangsung dalam tiga pola berikut:
–  Sebab ke akibat
–  Akibat ke sebab, dan
–  Akibat ke akibat

A.   Sebab ke Akibat
       Hubungan sebab ke akibat mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang di anggap sebagai sebab yang diketahui, kemudian bergerak maju menuju kepada suatu kesimpulan sebagai efek atau akibat yang terdekat. Efek yang ditimbulkan oleh sebab tadi dapat merupakan efek tunggal, tetapi dapat juga berbentuk sejumlah efek bersama-sama, atau serangkaian efek. Misalnya kalau saya menekan tombol lampu menyala; Penekanan tombol sebagai satu sebab akan menimbulkan satu efek yaitu lampu menyala. Tetapi hujan sebagai satu sebab akan menimbulkan efek serentak, yaitu: tanah-tanah menjadi becek dan berlumpur, selokan penuh banjir, pakaian yang dicuci tidak lekas kering, mereka yang tidak tahan udara lembab atau dingin akan jatuh sakit, dan sebagainya. Sebaliknya sebab dan akibat berantai terjadi: misalnya kenaikan harga minyak menyebabkan para penyalur bahan makanan menaikkan harga-harga bahan makanan, harga bahan makanan naik menimbulkan kesulitan hidup, kesulitan hidup dalam semua bidang menyebabkan kaum buruh menuntun kenaikan upah, dan seterusnya.
B.   Akibat ke sebab
       Hubungan akibat ke sebab merupakan suatu proses berpikir yang induktif juga dengan bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui, kemudian bergerak menuju sebab – sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tadi.
Contoh :
Ada seorang pasien pergi ke dokter karena merasa sakit didadanya. Dokter yang di minta bantuannya harus menemukan sebabnya untuk memberikan pengobatan yang tepat. Ia menetapkan bahwa sakit didada pasien disebabkan oleh kanker. Jadi jalan pikiran bertolak dari akibat yang diketahui (sakit di dada) menuju kepada sebuah sebab (kanker).
Hubungan kausal diatas dapat di uji kebenarannya melalui prosedur – prosedur berikut : Apakah cukup terdapat sebab untuk menghasilkan sebuah akibat? Harus didapat diyakini bahwa jalan pikiran itu sudah cukup lengkap dan tidak akan dihalangi oleh faktor – faktor luar. Cara lain yang dapat dipakai untuk menguji kebenaran sebab akibat adalah mengajukan pertanyaan : apakah tidak mungkin ada sebab lain yang menimbulkan akibat itu, maka proses penalaran tadi di anggap benar. Suatu proses penalaran yang salah mengenai sebab – akibat ini adalah apa yang dinamakan post hoc ergo propter hoc, yaitu jalan pikiran yang mengatakan “karena sesuatu terjadi sesudah sesuatu hal yang lain, maka peristiwa itu disebabkan oleh hal yang terjadi terlebih dahulu”.
Contoh : hari menjadi siang sesudah ayam berkokok; sebab itu, ayam berkokok menyebabkan hari jadi siang.
C.   Akibat Ke Akibat
       Hubungan kausal akibat ke akibat adalah proses penalaran dari suatu akibat menuju suatu akibat yang lain, tanpa menyebut atau mencari sebab umum yang menimbulkan kedua akibat tadi.
Contoh :
Terjadi sejumlah akibat karena turun hujan: tanah-tanah menjadi becek dan berlumpur, selokan penuh air, jemuran basah kembali, dan sebagainya. Ketika seorang ibu kembali dari belanja dari pasar yang jauh dari rumahnya, iya melihat tanah menjadi becek dan selokan penuh air. Melihat kondisi ini, ia lantas mengambil kesimpulan bahwa jemuran yang seharusnya sudah kering, menjadi basah kembali. Dalam hal ini, ia sama sekali tidak berfikir bahwa jemuran menjadi basah Karena tanah yang becek atau kerena selokan penuh air, tetapi semua efek dari suatu sebab umum yang sama yaitu hujan.
Dalam mempergunakan pola penalaran ini,penulisan atau pembicara harus yakin dengan sungguh – sungguh bahwa terdapat suatu sebab umum bagi kedua sebab itu.

2. Penalaran Deduktif
   Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuju kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.
Contoh :
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.

Ciri-ciri paragraf berpola deduktif 
Paragraf berpola deduktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1) Letak kalimat utama di awal paragraf
2) Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus
3) Diakhiri dengan penjelasan
4) Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar
5) Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.

Hal - hal yang berhubungan dengan penalaran deduktif
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
- Silogisme
  Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu:
1.Silogisme Kategorial : 
  Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya Menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Contoh :
Premis Mayor : Tidak ada manusia yang abadi
Premis Minor : Socrates adalah manusia
Kesimpulan : Socrates tidak abadi
Kaedah- kaedah dalam silogisme kategorial adalah :
1. Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan
3. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negative.
5. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
6. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
7. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
8. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
2. Silogisme Hipotesis
   Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Menurut Parera (1991: 131) Silogisme hipotesis terdiri atas premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Akan tetapi premis mayor bersifat hipotesis atau pengadaian dengan jika … konklusi tertentu itu terjadi, maka kondisi yang lain akan menyusul terjadi. Premis minor menyatakan kondisi pertama terjadi atau tidak terjadi. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotesis:
1. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:
    Jika hujan, saya naik becak.
    Sekarang hujan.
    Jadi saya naik becak.
2. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:
    Bila hujan, bumi akan basah.
    Sekarang bumi telah basah.
    Jadi hujan telah turun.
3. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:
  Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul. Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa, Jadi kegelisahan tidak akan timbul. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah. Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Kaedah- kaedah Silogisme Hipotesis
• Mengambil konklusi dari silogisme hipotesis jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini adalah menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana
Contoh :
a) Premis Mayor: Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal
Premis Minor: Hujan tidak turun
Konklusi : Sebab itu panen akan gagal.
b) Premis Mayor : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Premis Minor : Air tidak ada.
Kesimpulan : Manusia akan kehausan.
3. Silogisme Akternatif
    Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain. Proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Konklusi tergantung dari premis minornya. Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. 
Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti:
la lulus atau tidak lulus.
Ternyata ia lulus
Jadi, la bukan tidak lulus
Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:
Xsa di rumah atau di pasar.
Ternyata tidak di rumah.
Jadi, di pasar
Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti iuas mempunyai dua tipe yaitu:
1. Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang       lain.
2. Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang         lain.
Kaedah-kaedah silogisme alternatif :
1. Silogisme disyungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur           penyimpulannya valid
2. Silogisme disyungtif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:
a. Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar)
Contoh :
Rizki menjadi guru atau pelaut.
la adalah guru.
Jadi bukan pelaut
Rizki menjadi guru atau pelaut.
la adalah pelaut.
Jadi bukan guru
b. Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah)
Contoh :
Penjahat itu lari ke Surabaya atau ke Yogya.
Ternyata tidak lari ke Yogya.
Jadi ia lari ke Surabaya. (Bisa jadi ia lari ke kota lain).
Rifki menjadi guru atau pelaut.
Ternyata ia bukan pelaut.
Jadi ia guru. (Bisa jadi ia seorang pedagang)
Contoh :
Premis Mayor : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Premis Minor : Nenek Sumi berada di Bandung.
Kesimpulan : Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

- Entimen
    Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui. Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun tulisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
    Entimen atau Enthymeme berasal dari bahasa Yunani “en” artinya di dalam dan “thymos” artinya pikiran adalah sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan dalam sebuah entimem, penghilangan bagian dari argumen karena diasumsikan dalam penggunaan yang lebih luas, istilah “enthymeme” kadang-kadang digunakan untuk menjelaskan argumen yang tidak lengkap dari bentuk selain silogisme.
Menurut Aristoteles yang ditulis dalam Retorika, sebuah “retorik silogisme” adalah bertujuan untuk pembujukan yang berdasarkan kemungkinan komunikan berpendapat sedangkan teknik bertujuan untuk pada demonstrasi. Kata lainnya, entimem merupakan silogisme yang diperpendek.
Contoh :
Rumus Entimen:
PU : Semua A = B : Pegawai yang baik tidak pernah datang terlambat.
PK : Nyoman pegawai yang baik.
S : Nyoman tidak pernah datang terlambat
Entimen : Nyoman tidak pernah datang terlambat karena ia pegawai yang baik

Sumber :
1.https://lindawati93.wordpress.com/2013/04/30/berpikir-induktif/
2.https://rismarhaesa15.wordpress.com/2015/03/28/pengertian-penalaran-deduktif-dan-induktif-beserta-contoh-dan-ciri-cirinya/
3.http://febrianiega.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-penalaran-deduksi-dan-induksi_28.html



Selasa, 09 Juni 2015

Analisis dari Contoh Video Tentang IMK

1. Psikologi
    Aspek Psikologi dalam IMK mencakup permainan warna. Dalam Video kami warna yang muncul kurang berkualitas karena kami merekam menggunakan Handhone untuk merekam.

2. Ergonomi
    Aspek Ergonomi dalam IMK yaitu kemampuan fisik user. Dalam pandangan ketika saya melihat Video kelompok kami kurang jelas karena kualitas video yang di ambil dari Handhone.

3. Sosialisasi
    Aspek Sosialisasi dalam IMK yaitu kemampuan memahami konsep interaksi. Dalam hal ini tulisan yang muncul kurang jelas jika di liat dari Youtube.

4. Ilmu Komputer dan Teknik
    Aspek Ilmu Komputer dan Teknik mencakup apakah dalam Blog saya sudah menggunakan teknologi terbaru. Dalam Video yang kami buat tidak menggunakan teknoilogi terbaru hanya merekam menggunakan Handphone

5. Bisnis
   Aspek Bisnis mencakup dalam hal pemasaran. Dalam Video yang kami buat tidak bertujuan untuk iklan hanya sebatas untuk tugas kuliah.

6. Desain Grafis
    Aspek Desain Grafis tertuju pada interface suatu aplikasi. Dalam Video kami tidak terdapat Button-Button untuk memudahkan user.

Contoh Video Interaksi Manusia Dengan Komputer

Untuk tugas kali ini kelompok 7 mengambil Video Tentang Review Aplikasi.
Ini Videonya :


Senin, 27 April 2015

Analisis Blog Terhadap Faktor Yang Terlibat di IMK

1. Psikologi
    Aspek Psikologi dalam IMK mencakup permainan warna dalam Blog saya permainan warna kurang karena tidak banyak menggunakan perpaduan warna hanya beberapa warna yaitu Putih, Ungu dan Orange. Warna dasar yaitu warna putih melambangkan kesederhanaan bagi yang melihat Blog saya, namun jika terlalu lama melihat dapat membuat mata kelelehan karena pantulan cahaya.

2. Ergonomi
    Aspek Ergonomi dalam IMK yaitu kemampuan fisik user. Dalam pandangan ketika saya melihat Blog saya sendiri saya merasa nyaman karena tidak banyak icon dan warna dalam Blog.

3. Sosialisasi
    Aspek Sosialisasi dalam IMK yaitu kemampuan memahami konsep interaksi. Dalam hal ini  mencakup tulisan yang terdapat dalam Blog saya. Tulisan dalam Blog saya hanya saya isi untuk memenuhi tugas - tugas kuliah belum untuk keperluan lainnya.

4. Ilmu Komputer dan Teknik
    Aspek Ilmu Komputer dan Teknik mencakup apakah dalam Blog saya sudah menggunakan teknologi terbaru. Dalam Blog saya tidak menggunakan teknologi terbaru karena menggunakan website yang tidah berbayar.

5. Bisnis
   Aspek Bisnis mencakup dalam hal pemasaran. Dalam Blog saya tidak ada iklan produk yang di tawarkan dan tidak untuk bisnis hanya sekedar memenuhi tugas kuliah saya.

6. Desain Grafis
    Aspek Desain Grafis tertuju pada interface suatu aplikasi. Button yang terdapat dalam Blog saya tidak banyak hanya link-link yang berkaitan pada Universitas Gunadarma.

Rabu, 01 April 2015

Review Aplikasi Notepad


        Notepad adalah sebuah aplikasi pengedit teks atau dalam bahasa inggris disebut Text Editor. Notepad adalah Text Editor sederhana yang merupakan salah satu aplikasi bawaan dari Windows. Dengan Notepad, Anda bisa menulis ke dalam file untuk disimpan, share bahkan print, walaupun ketikan yang dihasilkan masih merupakan tampilan sederhana, notepad masih digemari hingga sekarang karena terkenal praktis dalam penggunaanya dan banyak file-file penting yang masih disimpan dalam format teks(.txt). Kita akan belajar membuat file menggunakan salah satu aplikasi editor teks bernama Notepad. Untuk mendapatkan aplikasi Notepad, ikuti langkah-langkah berikut.

Fungsi Notepad :
1.Notepad Sebagai digital diary
3.Notepad sebagai penghemat biaya Mencetak
2.Notepad sebagai HTML Stripper
4.Notepad sebagai HTML Creator
5.Notepad sebagai pembuat script

       Pada tampilan pertama saat aplikasi notepad di buka maka akan terlihat putih dengan beberapa icon di atas kiri yaitu: File, Edit, Format, View dan Help. Menurut saya tampilan notepad sangat sederhana karena notepad sebuah aplikasi text editor. Notepad tidak memiliki banyak warna hanya terdapat 2 warna yaitu warna dasar putih dan abu-abu icon. Warna Putih dan  Abu-abu sebagai warna netral dan melambangkan kesederhanaan. Namun, dilain sisi pengunaan warna putih juga dapat memberikan rasa sakit kepala dan kelelahan mata akibat pantulan cahaya yang mengenainya. Warna Abu-abu juga terkesan ketinggalan jaman. Menurut saya jika notepad di padukan dengan beberapa warna dan penambahan icon akan sangat menarik dan lebih banyak pengguna. 
       Icon yang terdapat pada Notepad hanya beberapa dan sudah sesuai penggunaannya dengan tampilan sederhana namun sangat bermanfaat. Dalam notepad tidak menggunakan label teks hanya buttonnya saja yang menggunakan label teks. 

Selasa, 24 Maret 2015

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER (IMK)

PENGENALAN IMK

         Pada tahun 1970 mulai dikenal istilah antarmuka pengguna (user interface), yang juga dikenal dengan istilah Man-Machine Interface (MMI), dan mulai menjadi topik perhatian bagi peneliti dan perancang sistem. Perusahaan komputer mulai memikirkan aspek fisik dari antarmuka pengguna sebagai faktor penentu keberhasilan dalam pemasaran produknya. Istilah human-computer interaction (HCI) mulai muncul pertengahan tahun 1980-an sebagai bidang studi yang baru. Istilah HCI mengisyaratkan bahwa bidang studi ini mempunyai fokus yang lebih luas, tidak hanya sekedar perancangan antarmuka secara fisik.

DEFINISI IMK
  • Sekumpulan proses, dialog, dan kegiatan dimana melaluinya pengguna memanfaatkan dan berinteraksi dengan komputer
  • Suatu disiplin ilmu yang menekankan pada aspek desain, evaluasi, dan implementasi dari sistem komputer interaktif untuk kegunaan manusia dengan mempertimbangkan fenomena-fenomena disekitar manusia itu sendiri
  • Suatu studi ilmiah tentang masyarakat didalam lingkungan kerjanya
  • HCI didefinisikan sebagai disiplin ilmu yang berhubungan dengan perancangan, evaluasi, dan implementasi sistem komputer interaktif untuk digunakan oleh manusia dan studi tentang fenomena di sekitarnya.
  • HCI pada prinsipnya membuat agar sistem dapat berdialog dengan penggunanya seramah mungkin.
BIDANG-BIDANG YANG MEMPENGARUHI IMK
  • Software Engineering  (Rekayasa Perangkat Lunak)
Bisa menciptakan suatu program yang efektif, efisien, user  friendly sehingga bisa menghasilkan suatu mesin atau sistem yang sesuai keinginan user.
  • Artificial Intelligence  (Kecerdasan Buatan)
Untuk jangka panjang akan tercipta sistem yang handal, canggih yang bisa menyerupai pola pikir manusia. Contohnya : membuat robot yang struktur tubuh dan pola pikir menyerupai manusia.
  • Computational Linguistic  (Linguistik Komputasional)
Peran bahasa dapat dimengerti oleh user, sehingga lebih  mudah dalam  menggunakan sistem dan tidak terjadi kesalahan.
  • Psychology  (Psikologi)
Setiap user mempunyai sifat dan kelakuan yang berbeda dalam menggunakan sistem.Tentukan dulu user targetnya siapa, suasana lingkungan target  tersebut, perilaku mereka program menjadi user friendly. Psikologi juga mencakup pengetahuan dan keahlian user dalam mempersepsi dan memecahkan masalah.
  • Multimedia
Sarana dialog yg efektif antara manusia dengan komputer bagaimana suatu tampilan interaksi menjadi lebih menarik dan mudah dimengerti oleh user.
  • Anthropology
Dalam konteks IMK, antropologi berperan dalam sistem interaksi manusia dengan komputer karena interaksi sangat dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan. Faktor antropologi memberi gambaran tentang cara kerja kelompok sehingga masing-masing anggotanya dapat berkontribusi sesuai bidangnya.
  • Ergonomics
          Berhubungan dengan aspek fisik untuk mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman.
  • Sociology
Berhubungan dengan pengaruh sistem komputer dalam struktur sosial konteks dari suatu interaksi.
  • Mathematics
Dalam pembuatan suatu produk/software juga harus efisien dalam perhitungan matematika.

ASPEK-ASPEK IMK

  • Use and context of computers ( U)
a. Social organization and work
IMK dalam kegunaannya bagi manusia sbg makhluk sosial dalam konteks kerja.
b. Application Areas
Berkaitan dengan karakteristik dalam area aplikasi.
c. Human-Machine Fit and Adaptation
Kesesuaian antara manusia dengan mesin yang dibangun.
  • Human characteristic (H)
a. Human Information Processing
   Karakteristik manusia sebagai pemroses informasi.
b. Language, Communication and Interaction
   Bahasa sebagai media bagi manusia untuk berinteraksi dengan manusia lain.
c. Ergonomics
Berkaitan dengan karakteristik antropometri dan fisiologis dan kaitannya dengan kenyamanan kerja.
  • Computer system and  interface architectur (C)
a. Input and Output Devices
Konstruksi teknis pada peraltan yang digunakan sebagai media interaksi manusia dan komputer.
b. Dialogue Techniques
Software dasar dan teknik-teknik dalam berinteraksi dengan manusia terdiri dari input   dan output dialog, cara berinteraksi, dan masalah-masalah dalam dialog.
c. Dialogue Genre
Gaya / metode  yang digunakan antara lain: penggunaan metafora, metode yang relevan dengan media lain, aspek estetika.
d. Computer Graphics
Konsep – konsep  dasar dari tampilan komputer meliputi: aspek geometris dalam 2D ataupun 3D, transformasi linear, tampilan warna.
e. Dialogue Architecture
Arsitektur software dan standar – standart untuk antar muka dengan user.
  • Development Process (D)
a. Design Approaches
Proses desain dan topik – topik yang relevan dari disiplin ilmu yang lain.
b. Implementation Techniques and Tools
Cara- cara dan peralatan implementasi.
c. Evaluation Techniques
Metode -  metode spesifik untuk evaluasi.

Sumber :
www.google.com